Mengulik Perjalanan Nasi Kebuli Hingga Sampai Ke Bumi Pertiwi
Aqiqah Surabaya 2020 - Nasi Kebuli merupakan nasi berwarna kekuningan dan bercita rasa gurih. Olahan makanan ini adalah hasil akulturasi dari masakan asli Indonesia yang dibuat oleh warga keturunan Arab yang telah menetap di Tanah Air. Hidangan ini amat populer di kalangan masyarakat atau komunitas warga keturunan (Arab).

Awalnya jenis masakan ini masuk ke Indonesia berkat orang-orang Kerala, India, yang berprofesi sebagai juru masak di kapal-kapal niaga asal Gujarat. Dilanjutkan pada abad ke-18, kaum pendatang dari Hadhramaut, Yaman, masuk ke Pulau Jawa.
Sebelum tiba di Nusantara, para saudagar cukup lama singgah di Gujarat, sehingga sempat berinteraksi dengan budaya kuliner setempat. Orang-orang Hadhrami datang ke nusantara dengan niat berdagang dan sekaligus berdakwah. Mereka membawa tidak hanya agama, tetapi juga kultur yang terbilang baru bagi sebagian masyarakat setempat.
Singkatnya, banyak diantaranya yang hijrah tanpa disertai pasangan, para prianya menikah dengan perempuan lokal sehingga memunculkan suatu perbauran budaya. Dalam konteks kuliner, menurut Gagas dan Deerona, lidah orang keturunan Hadhrami yang sudah menikah dengan perempuan lokal lebih dekat dengan cita rasa Indonesia.
Nasi Kebuli sendiri memiliki kekhasan yang lezat, citarasa tersebut didapat dari kaldu daging dan susu kambing yang dimasak bersama minyak samin. Nasi ditanak bersama bahan-bahan tersebut hingga aroma wanginya yang khas menguar. Rempah lainnya yang digunakan sebagai campuran yakni, bawang putih, bawang merah, cengkeh, jintan, ketumbar, pala, lada hitam, hingga kayu manis. Melihat banyaknya rempah-rempah yang digunakan, bisa kamu bayangkan betapa kaya dan gurihnya.
Sebagai
penambah selera dan pelengkap, kadang-kadang
nasi kebuli dilengkapi dengan taburan irisan kurma atau kismis. Dalam
beberapa kebudayaan seperti Betawi (Jakarta), penyajian nasi kebuli secara besar-besaran
biasanya terjadi tiap perayaan hari besar Islam, semisal Idul Fitri, Idul Adha
(terutama), Maulid Nabi SAW, atau aqiqah kelahiran bayi.
Comments
Post a Comment