Bedanya Aqiqah Dan Qurban, Begini Penjelasannya

Fiqih Aqiqah dan Qurban - Perbedaan antara qurban dan aqiqah masih menjadi persoalan yang membingungkan di masyarakat. Hal tersebut dikarenakan, secara dhohir qurban dan aqiqah memiliki kesamaan yaitu menyembelih hewan (dalam hal ini baik berqurban maupun aqiqah boleh menggunakan hewan jantan maupun betina, namun untuk aqiqah hanya menggunakan kambing dan sejenisnya saja) serta sama-sama berhukum sunnah muakkad. Padahal, qurban dan aqiqah sangatlah berbeda.

Aqiqah Surabaya, Aqiqah Murah, Fiqih Qurban, Fiqih Aqiqah, Harga Aqiqah

 

Perbedaan ini setidaknya ditinjau dari beberapa perkara. Beberpa perkara tersebut akan dijelaskan pada pembahasan ini. Dimuali dari definisi pengertiannya, tujuan distariatkannya, jenis hewan yang digunakan, jumlah hewan yang disembelih, waktu penyembelihan, jumlah pelaksanaan yang disyariatkan, pemberian daging, wujud daging yang diberikan dan upah bagi penyembelih.

A. Pengertian Qurban

Asal kata qurban yaitu qariba- yaqrabu- qurbanan wa wirbanan (dikutip dari kamus Ibn Manzhur dan Munawir). Arti dari kata tersebut adalah dekat, maksudnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan mengerjakan perintah-Nya. Selain itu, kata qurban juga berkaitan dengan kata udhiyyah bentuk jamak dari kata dhahiyyah yang berasal dari kata dhaha (waktu dhuha). Maknanya yaitu, sembeluhan di waktu dhuha pada tanggal 10 sampai 13 bulan Dzulhijjah.

Sedangkan menurut istilah, qurban yaitu menyembelih hewan dengan tujuan beribadah kepada Allah pada Hari Raya Haji atau Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah dan tiga hari tasyriq setelahnya 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

B. Pengertian Aqiqah

Sedangkan aqiqah, menurut bahasa artinya memotong. Asal matanya aqqa- yauqqu- aqqan. Menurut para ulama, istilah memotong memiliki makna beragam. Yakni memotong atau menyembelih hewan dan memotong rambut bayi yang lahir. Menurut Abu Ubaid, aqiqah berarti rambut atau bulu yang ada di kepala bayi.

Menurut istilah, aqiqah bermakna pemotongan/ penyembelihan hewan dalam rangka tasyakuran kepada Allah SWT karena kelahiran anak (laki-laki maupun perempuan) disertai dengan pemotongan rambut bayi tersebut.

C. Dari Tinjauan Syariat

Dari sisi tujuan syariatnya, qurban dalam rangka memperingati pengorbanan Nabi Ibarahim as dan Nabi Ismail as. Seperti yang tercatat dalam Al-Quran, bahwa Allah SWT menguji Nabi Ibrahim as untuk menyembelih putra kesayangannya Nabi Ismail as. Akhirnya, mereka menunjukkan kesabaran, keteguhan dan ketaatan yang sangat mulia. Berbeda dengan kurban, aqiqah dilaksanakan dalam rangka bersyukur atas lahirnya sang anak

D. Hewan Ternak Yang Digunakan

Menurut Imam Madzhab hewan ternak yang boleh digunakan untuk berqurban adalah unta, sapi dan kambing. Namun dalam hal keutamaannya terdapat perbedaan. Imam Malik berpendapat bahwa yamg paling utama adalah kambing atau domba, kemudian sapi atau kerbau, lalu unta. Sedangkan Imam Syafi’i berpendapat sebaliknya, yaitu yang paling utama adalah unta, kemudian sapi, lalu kambing.

Sedangkan untuk aqiqah, penggunaan kambing sama dengan berqurban. Sehat, tidak cacat dan sudah berganti gigi. Parameter usianya adalah sudah cukup dewasa dengan berganti gigi. Untuk jenis kambing yang akan disembelih boleh dengan kambing apapun, seperti kambing kampung, domba, kibsy atau gibas.

Secara umum, kurban dan akikah sama-sama dilaksanakan dengan menyembelih hewan. Namun, perkara akikah sendiri, pada muasalnya, ditekankan kepada orang tua, bukan anak, terutama pada bayi yang baru lahir, khususnya hari ketujuh selepas persalinan. Anjuran akikah tergambar dalam hadis Rasulullah SAW berikut:

Baca selengkapnya di artikel "Perbedaan Qurban dengan Aqiqah dan Mana yang Harus Didahulukan", https://tirto.id/fTrg
Menjelang

Baca selengkapnya di artikel "Perbedaan Qurban dengan Aqiqah dan Mana yang Harus Didahulukan", https://tirto.id/fTrg
Menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada 31 Juli 2020, ibadah kurban terkadang memantik pertanyaan sebagian orang. Misalnya, apabila ada orang yang belum diakikahkan orang tuanya, yang mana sebaiknya didahulukan: berakikah buat dirinya atau menyembelih hewan untuk kurban?

Baca selengkapnya di artikel "Perbedaan Qurban dengan Aqiqah dan Mana yang Harus Didahulukan", https://tirto.id/fTrg
Menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada 31 Juli 2020, ibadah kurban terkadang memantik pertanyaan sebagian orang. Misalnya, apabila ada orang yang belum diakikahkan orang tuanya, yang mana sebaiknya didahulukan: berakikah buat dirinya atau menyembelih hewan untuk kurban?

Baca selengkapnya di artikel "Perbedaan Qurban dengan Aqiqah dan Mana yang Harus Didahulukan", https://tirto.id/fTrg

Comments

Popular posts from this blog

Apakah Boleh, Aqiqah Menggunakan Ayam ?

Kenapa Banyak Yang Memilih Aqiqah Nurul Hayat ?

Rempah-Rempah Yang Wajib Ada Pada Setiap Olahan Masakan